Kamis, 23 Januari 2014

FF Reality or Imagination [PART 2]


[TITLE]
Reality or Imagination

[AUTHOR]
Sri Noor Wulandari

[CAST]
Lee Hyunmi (OC), All Member EXO, etc

[GENRE]
Friendship, Romance, Family, Mystery

[LENGTH]
Chaptered

[RATING]
13+

[NOTE]
Annyeong, udah lama gak update ni fanfic. Hati-hati banyak typo bertebaran disini. Maklum manusia biasa. 

This fanfiction is belong to me, if theres a similarity of story. I'm sorry, it wasn't intentional. 

PLAGIATOR? GO AWAY! -__-

~Happy Reading Guys~
HYUNMI POV

“Yakk! Kau cerewet sekali. Cepat pergi! Ini wilayahku”

“Tapi ini adalah tempat favoritku sejak kemarin. Jebal, biarkan aku menikmati tempat ini juga”, ucapnya sambil menunjukkan puppy eyes-nya, sungguh membuatku ingin muntah.

“Yak, yak.. baiklah. Cepat hilangkan puppy eyes mu itu, menjijikkan.”

“Yeay!! Ternyata kau baik juga. Oya namamu siapa?”

“Hyunmi, Lee Hyunmi”, jawabku singkat

“Huft, singkat sekali.Perkenalkan Park Chanyeol imnida.Bangapta”, ucapnya.

“Ne, nado bangapta.”,jawabku.

“Eh, bentar lagi bel masuk.Aku pergi ke kelas dulu ya.Sampai jumpa nanti”, ucapnya sambil melambaikan tangannya.

“Ne..”

Eh aku kan belum tanya dia kelas berapa. Ahh neomu pabo.Tapi kenapa aku jadi kepo begini, biarkan sajalah. Dengan begini kemungkinanku untuk bertemu dia akan semakin sedikit. Haha

Kulihat jam tangan ku. OMO!  5 menit lagi bel masuk, sedangkan setelah ini akan ada pelajaran guru Shin.

HYUNMI POV END


###

AUTHOR POV

“Baik anak-anak, cukup untuk pelajaran hari ini. Sampai jumpa pertemuan berikutnya”, ucap guru Shin mengakhiri pelajarannya .

Semua siswa telah beranjak keluar dari kelas, untuk apa? Tentu saja untuk pulang kerumah atau lainnya. Termasuk Hyunmi.

Hyunmi berjalan lesu di koridor sekolahnya, mungkin beberapa langkah lagi ia akan sampai di gerbang sekolah.

“Aigo… aku lapar sekali.Perutku sudah keroncongan daritadi.Coba saja gadis-gadis menjijikkan tadi tidak mengganggu mood-ku. Aku pasti tidak akan kelaparan seperti ini.”, gerutu Hyunmi.

“Hei, kau Hyunmi!!! Tunggu aku!!!”, tiba-tiba saja ada seseorang yang berteriak seperti orang gila (?) memanggil Hyunmi.

Hyunmi yang mendengar teriakan gila itu segera menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.

“Hosh..hosh.. Kau mau kemana?”, ucap seseorang itu sambil terengah-engah.

‘Astaga, sebanyak apa dosaku sehingga aku harus bertemu orang ini disaat mendesak seperti ini T.T’, ucap Hyunmi dalam hati. Ya seseorang itu adalah Park Chanyeol, orang paling berisik yang pernah Hyunmi kenal seumur hidupnya, yah meskipun ia baru bertemu dengannya beberapa jam yang lalu.

“Menurutmu?”, jawab Hyunmi dengan cuek sambil berjalan meninggalkan Chanyeol.

“Ya!Kau jutek sekali. Apakah aku boleh ikut?”, Tanya Chanyeol sambil mengikuti langkah Hyunmi.

“Tidak boleh. Aku ingin sendiri. Lebih baik kau pulang sana!”, jawab Hyunmi.

“Kalau kau menyendiri terus bagaimana kau bisa mendapat teman?”, Tanya Chanyeol.

“Aku tidak butuh teman.”, ucap Hyunmi dengan nada dingin.

Chanyeol yang merasakan nada dingin dari ucapan Hyunmi langsung terdiam.

“Baiklah… kau boleh ikut”, entah karena apa Hyunmi pun menyetujui Chanyeol yang ingin ikut bersamanya.

“Benarkah?Kau serius? Kau tidak bercanda kan?”, Tanya Chanyeol dengan ekspresi hebohnya.

‘Ya ampun..Anak ini berisik sekali’, batin Hyunmi.

“Ya… tapi jangan berisik atau aku tidak akan bertemu denganmu lagi”, ancam Hyunmi.

“Oke..oke. Aku janji akan menutup mulutku rapat-rapat”, ucap Chanyeol.

Setelah beberapa menit mereka berjalan dalam diam, terlihat sebuah kedai ramen tak jauh dari posisi mereka saat ini.

“Woah… kau ingin mengajakku ke kedai ramen itu ya?!Kebetulan sekali aku sangat lapar, tapi maukah kau mentraktirku? Yay a ya??”, ucap Chanyeol yang sepertinya lupa akan janjinya tadi.

Hyunmi langsung menatap tajam kea rah Chanyeol.Chanyeol yang menyadari arti tatapan tersebut menjadi ciut seketika.

“Hehe..maaf aku lupa. Tapi kau traktir aku ya?”, ucap Chanyeol yang sedikit takut-takut.

Hyunmi pun kembali memberikan tatapan tajamnya pada Chanyeol.

“Ah… baiklah aku akan membayar sendiri saja”, ucap Chanyeol kemudian dengan ekspresi lesunya.

Kring… terdengar bunyi bel saat mereka memasuki kedai ramen tersebut.

“Annyeong Haseyo, ahjumma”, ucap Hyunmi pada ahjumma sang penjual sekaligus pemilik kedai ramen tersebut.

“Nado annyeong Hyunmi-ah. Lama kau tidak kesini. Omong-omong tumben sekali kau berkunjung kemari tanpa ditemani Tuan Lee”, Tanya ahjumma sang penjual ramen pada Hyunmi.

“Appa sudah meninggal karena kecelakaan, ahjumma”, ucap Hyunmi dengan nada sedater-datarnya, namun tetap saja terdapat nada sedih didalam ucapannya.

“Mwo?Mianhae, ahjumma tidak bermaksud. Ahjumma sungguh turut berduka cita”, ucap ahjumma sang penjual ramen dengan menyesal.

“Ne, tidak apa-apa.Bukan masalah bagiku. Kalau begitu aku pesan 2 porsi ramen super jumbo dan 2 lemon tea.”, ucap Hyunmi.

“Ne?? Kau benar-benar memesan 2 porsi ramen super jumbo?”, Tanya ahjumma itu sedikit kaget.

“Tentu saja ahjumma aku daritadi pagi belum makan.Dan orang disebelahku ini memintaku untuk mentraktirnya”, ucap Hyunmi sambil melirik Chanyeol yang masih terdiam dengan tampang bodohnya.

Ahjumma sang penjual ramen tampak sedikit mengerutkan keningnya.

“Ah..baiklah. Tunggu sebentar, silahkan duduk Hyunmi-ah”, ucap ahjumma sang penjual ramen kemudian.

Hyunmi dan Chanyeol pun segera mencari tempat duduk yang sekiranya nyaman.

“Ehm..jadi kau benar-benar mentarkktirku ya? Gomawo”, ucap Chanyeol dengan senyuman lebarnya.

Hyunmi hanya diam sambil menatap malas kearah Chanyeol.

“Kau ini kenapa diam saja sih. Tidak bosan apa?”, ucap Chanyeol lagi.

“Memangnya aku harus berbicara apa? Berbicara tentang makanan kesukaanku? Tempat favoriteku? Atau mungkin tentang kematian appa-ku?”, ucap Hyunmi dengan nada yang tidak mengenakkan (?)  untuk didengar.

“Mianhae, bukan maksudku membuatmu tak nyaman.Tapi aku hanya ingin lebih dekat denganmu”, ucap Chanyeol pada Hyunmi.

“Sudahlah kau tidak perlu minta maaf. Baiklah, omong-omong kau kelas apa?”, Tanya Hyunmi.

“Ah aku kelas XII-G, kalau kau?”, jawab Chanyeol sedikit senang karena mendengar Hyunmi bertanya padanya.

“Aku kelas XII-A”, jawab Hyunmi singkat.

“Wahh, kudengar itu kelas unggulan.Kau pasti anak yang pintar.Kapan-kapan aku ingin belajar bersama denganmu”, ucap Chanyeol dengan senyumannya.

“Tidak juga, aku tidak merasa pintar.Bahkan aku sering membolos terutama pada saat pelajaran guru Shin”, ucap Hyunmi yang sepertinya mulai sedikit nyaman dengan Chanyeol.

“Jinjja??Bukankah guru Shin itu guru paling menyeramkan disekolah kita?Kau berani sekali.”

“Tentu saja aku berani.Dia tak akan menegurku, karena nilaiku pada mata pelajarannya selalu bagus.”
“Daebak! Em..kalau boleh tahu umurmu berapa? Jujur saja kau masih terlihat seperti anak kelas IX. Hahaha”, ucap Chanyeol.

“Benarkah? Wah berarti aku memiliki baby face.Umurku sih baru 16.Saat di junior high school aku mengikuti system akselerasi”, ucap Hyunmi sambil menepuk-nepuk wajahnya.
“Ternyata kau lebih muda dariku. Jadi panggil aku oppa ya? Biar lebih akrab lah”, ucap Chanyeol

“Tidak mau, aku tidak terbiasa memanggil dengan sebutan seperti itu. Bagaimana kalau ahjussi?”, ucap Hyunmi sambil terkekeh pelan.

“Yak!Aku tidak setua itu. Ayolah coba saja sebut ‘Chanyeol Oppa’.”, ucap Chanyeol tetap memaksa.

“Baiklah, chanyeol op..op..oppa”, ucap Hyunmi sedikit tergagap.

“Nah begitu kan lebih baik.”, ucap Chanyeol puas.

Kemudian pesanan Hyunmi pun datang,

“Ini pesanannya Hyunmi-ah. Kau benar-benar akan menghabiskan ini?”, Tanya ahjumma sang penjual ramen dengan raut wajah cemasnya.

“Tentu saja ahjumma. Mengapa ahjumma cemas sekali? Oh ya perkenalkan dia temanku namanya Chanyeol.”, ucap Hyunmi sambil menunjuk Chanyeol.

Sedangkan ahjumma sang penjual ramen hanya terdiam dengan raut wajah yang tidak dapat dijelaskan.

“Ah, ne.. salam kenal. Ahjumma kedalam dulu ya Hyunmi-ah”, ucap ahjumma sang penjual ramen sambil meninggalkan meja Hyunmi dan Chanyeol.

Sedangkan Hyunmi hanya menatap bingung kearah punggung ahjumma sang penjual ramen yang mulai menjauh.

“Ahjumma aneh sekali, seperti tidak biasanya. Oh hei Chanyeol oppa, kenapa kau tidak memberi salam padanya. Tidak sopan sekali.”, ucap Hyunmi.

“Bukankah kau juga tidak sopan, tidak menghiraukan perkataanku tadi”, balas Chanyeol.

“Ya!! Tapi kan sekarang aku sudah membalas perkataanmu”, ucap Hyunmi tidak mau kalah.

“Sudahlah, ayo kita makan.Bukankah kau juga sangat lapar. Selamat Makan!!”, ucap Chanyeol sambil melahap suapan ramen pertamanya.

Sedangkan Hyunmi mulai melahap ramen-nya dengan lahap.

‘Chanyeol oppa juga aneh, tidak seceria tadi. Ada apa dengannya?’, pikir Hyunmi sambil tetap memakan ramen-nya.

Beberapa saat kemudian…

2 porsi ramen super jumbo telah ludes.
“Ahhh, kenyang sekali.Ramen-nya benar-benar enak”, ucap Chanyeol sambil mengelus-elus perutnya.

“Ya, ini adalah ramen favoriteku dan appa-ku.”, ucap Hyunmi yang juga mengelus-elus perutnya.

“Hmm, Hyunmi.Aku ingin tahu penyebab kecelakaan appa-mu”, Tanya Chanyeol sedikit pelan.

Sedangkan Hyunmi hanya terdiam sambil memasang raut sedihnya. Chanyeol yang menyadari raut sedih itu pun langsung berkata

“Kalau kau tidak mau cerita, tidak apa-apa kok.Ayo kita pulang.”

“Baiklah..”, jawab Hyunmi singkat.

Mereka pun segera beranjak dari meja mereka, tak lupa Hyunmi membayar ramennya.

“Ini ahjumma, kembaliannya simpan saja.Annyeong”, ucap Hyunmi yang langsung meninggalkan kedai ramen tersebut.

Ahjumma sang penjual ramen itu pun segera membersihkan meja tempat Hyunmi dan Chanyeol makan tadi, lagi-lagi ahjumma itu mengerutkan dahinya. Terlihat seporsi ramen super jumbo masih utuh tak tersentuh sama sekali yang sudah mulai mendingin.

“Mengapa tak dihabiskan? Ada apa denganmu Hyunmi-ah? Dan siapa yang disebut Chanyeol itu?”, gumam ahjumma sang penjual ramen itu dengan pelan.

###

“Chanyeol oppa, apakah kau benar-benar tak ingin kuantar. Tenang saja ada supirku.”, Tanya Hyunmi pada Chanyeol.

“Ah, tidak apa-apa.Aku pulang naik bus saja, terimakasih untuk ramen-nya. Bye”, ucap Chanyeol dengan senyumannya dan mulai menaiki bus yang telah berhenti tepat didepan mereka.

“Yasudahlah, hati-hati oppa. Bye”, ucap Hyunmi kemudian sambil melambai-lambaikan tangannya.

Chanyeol yang sudah berada didalam bus hanya tersenyum.

“Hey nona? Apakah kau tidak jadi naik? Merepotkan saja.”, ucap sang supir bus dengan nada ketus.

“Sepertinya gadis itu sudah tidak waras, ia berbicara sendiri.”, terdengar ucapan salah satu penumpang.

Bus itu pun segera melaju meninggalkan tempat tersebut.Sedangkan Hyunmi hanya menatap bus itu dengan tatapan bingung.

“Ada apa dengan mereka?Bukankah mereka sudah melihat Chanyeol menaiki bus itu dan kenapa mereka mengataiku tidak waras, berbicara sendiri. Bukankah jelas-jelas aku berbicara dengan Chanyeol?”, rutuk Hyunmi sedikit kesal.

Tiin..tiin..terdengar suara klakson mobil tepat didepan Hyunmi.

“Ayo masuk non. Maaf sudah lama menunggu.”, ucap orang yang menyetir mobil tersebut ya dia adalah supir Hyunmi.

“Ahh..tidak apa-apa”, ucap Hyunmi dengan senyum manisnya.

‘Jarang sekali non Hyunmi tersenyum seperti itu.Apalagi semenjak kematian ayahnya.’Batin supir Hyunmi.

###

“Jung Ahjumma!! Aku pulang!!!”, teriak Hyunmi girang saat memasuki rumahnya.

“Wahhh, tumben sekali kau terlihat sangat gembira”, ucap Jung ahjumma.

Ya Jung ahjumma adalah pengasuh Hyunmi sejak bayi, karena ia sudah ditinggal eomma nya bekerja pada saat umur 3 bulan. Jadi tidak aneh lagi jika mereka terlihat seperti nenek dan cucu.Jung ahjumma pun telah menganggap Hyunmi sebagai cucunya sendiri begitupun sebaliknya.  Dan hanya kepada appa nya dan jung ahjumma Hyunmi menunjukkan sifat aslinya yaitu ‘ceria’.

“Ahjumma, sepertinya kali ini aku akan mendapat teman. Aku senang sekali.”, ucap Hyunmi tetap dengan senyuman manis diwajahnya.

“Wahh, ahjumma ikut senang.Bagaimana dia? Namja atau yeoja?”, Tanya Jung ahjumma.

“Dia namja, dia sangat lucu ahjumma aku suka cara ia tertawa dan dia sepertinya tulus berteman denganku. Dia terlihat begitu berusaha lebih dekat denganku.”, ucap Hyunmi sambil membayangkan wajah Chanyeol saat tertawa.

“Wahh, sepertinya kau menyukainya Hyunmi. Apakah ia tampan?”, Tanya Jung ahjumma

“Ani..aku tidak menyukainya. Aku saja baru bertemu dengannya hari ini.Tentu saja dia tampan”, ucap Hyunmi sedikit malu.

“Lihatlah, pipimu memerah Hyunmi. Aigoo kau lucu sekali.”, goda Jung ahjumma.

“errr… baiklah aku kekamarku dulu, ahjumma. Banyak tugas yang harus kukerjakan.”, jawab Hyunmi yang langsung berlari kearah kamarnya.

‘Semoga saja pria itu benar-benar tulus berteman dengan Hyunmi’, doa Jung ahjumma dalam hati.

AUTHOR POV END

HYUNMI POV

Apa yang terjadi denganku?
Mengapa sifat dinginku lenyap begitu saja ketika berbicara dengan Chanyeol oppa?
Apakah aku jatuh cinta pada Chanyeol oppa?Ahh… tidak mungkin… aku baru bertemu dengannya hari ini. Mana mungkin secepat itu.

Tapi mengapa aku ingin Chanyeol oppa selalu disampingku. Aku merasa err..sangat nyaman.
Dan Chanyeol oppa berhasil sedikit membuatku lupa dengan kesedihan atas kematian appa.

Aku pun segera mengambil foto kami bertiga. Aku, Appa, dan Eomma.

“Appa, aku sangat merindukanmu.Apa orang yang appa sebut itu adlaah Chanyeol oppa? Aku harap begitu. Semoga appa bahagia disana.”, ucapku sambil meneteskan air mataku. Dan secara tidak sadar aku terlelap sambil memeluk foto tersebut.

###

Aku mulai membuka mataku, ya ampun rupanya aku tertidur. Sudah jam berapa ini? Mwo? Sudah jam 7 malam, waktunya makan malam. Sebaiknya aku bergegas mandi lalu menuju ruang makan sebelum dimarahi Jung ahjumma.

@Ruang Makan Rumah Hyunmi.

Lagi-lagi hanya Jung ahjumma yang menemaniku makan, kenapa bukan Jung ahjumma saja sih yang jadi eomma-ku.

“Ahjumma, eomma..kapan pulang?”, tanyaku.

“Sepertinya seminggu lagi, Hyunmi-ah”, jawab Jung ahjumma.

“Lama sekali, sepertinya eomma lebih menyayangi pekerjaannya daripada diriku.”, ucapku datar.

“Tentu saja tidak Hyunmi-ah, hanya saja eomma mu sedang sibuk akhir-akhir ini. Karena ia juga mengurus perusahaan appa mu yang ada di Jepang”, ucap Jung ahjumma.

“Terserahlah, aku duluan ahjumma”, ucapku yang beranjak dari ruang makan menuju kamarku.Dan dapat kudengar Jung ahjumma menghela nafasnya.

Sesampainya dikamar tercintaku, aku segera mengerjakan tugasku yang menumpuk karena sudah seminggu aku tidak masuk. Sungguh melelahkan.

HYUNMI POV END

AUTHOR POV

Pagi hari ini Hyunmi datang ke sekolah-nya dengan senyuman manis. Tentu saja hal ini menjadi topik yang sangat menghebohkan disekolahnya.

“Hei lihatlah, muka datar itu tersenyum apakah ia telah berubah?”

“Apakah ia menjadi tidak waras setelah appa nya meninggalkannya, sehingga ia tersenyum seperti itu?”

“Wah, ternyata wajah Hyunmi saat tersenyum manis juga ya. Aku ingin menjadi namjachingu-nya”

Ya sekiranya, begitulah ucapan para siswa tentang ‘Senyuman Manis’ milik Hyunmi.

Sedangkan yang sedang dibicarakan hanya tetap berjalan dengan tetap tersenyum tanpa mempedulikan ucapan-ucapan itu. Ternyata ia sedang berjalan menuju kelas XII-G, kelas Chanyeol.

“Ehm, apakah didalam ada Chanyeol?”, Tanya Hyunmi pada salah satu siswa kelas itu.

“Ne?dikelas ini ttidak ada yang namanya Chanyeol”, jawab siswa itu.

“Apa kau yakin? Nama lengkapnya Park Chanyeol, dia murid baru sejak 2 hari yang lalu”, Tanya Hyunmi lagi.

“Ne, dikelas ini benar-benar tidak ada murid baru yang bernama Park Chanyeol itu.Mungkin ia berada dikelas lain”, jawab siswa itu.

“Baiklah, terimakasih”, ucap Hyunmi sambil beranjak meninggalkan kelas tersebut.

‘Aku yakin kemarin dia bilang kelasnya berada di XII-G, apa aku salah dengar ya? Mungkin saja. Ahh jam masuk akan berbunyi beberapa menit lagi, sebaiknya aku segera menuju kelas.’, ucap Hyunmi dalam hati.


To Be Continued~

0 komentar:

Posting Komentar