Jumat, 13 Desember 2013

FF Reality or Imagination [PART 1]



Title: Reality or Imagination

Genre: Fantasy *dikit*, Friendship, Family, etc.

Cast: Lee HyunMi (OC), All Member EXO, lainnya temukan sendiri

Author: Sri Noor Wulandari

Rating: 12 tahun keatas

Length: Chaptered

Note:
Fanfiction ini milik saya, sedangkan cast tentu saja milik Tuhan kecuali Do Kyungsoo *abaikan*
Jangan jadi plagiat, hargai karya orang

Hana Dul Set


HYUNMI POV
“Appa ayolah… aku sungguh ingin berlatih, tenang saja aku tak akan mengebut” 

“Tidak! Kau tak lihat hari ini hujan deras”, jawab appa sambil tetap berkutat pada laptopnya.

Entah kenapa saat ini aku benar-benar ingin berlatih mengemudi. Padahal hari ini hujan cukup deras. Dan beginilah jadinya aku harus memohon-mohon pada appa untuk menemaniku. Bagaimana dengan eomma-ku? Tentu saja tidak, meskipun ia bisa mengemudi mungkin taka da waktunya untuk mengajariku karena ia ‘gila kerja’ bahkan lebih parah dari appa.

“Yasudah, aku akan berlatih sendiri saja. Sampai jumpa appa.”

Kekeke… aku yakin saat ini appa tak bisa menolakku.

“Ish.. kau keras kepala sekali, baiklah tapi hanya sebentar saja”, jawab appa.

‘YES!!!!’ umpatku dalam hati sambil tersenyum aneh.

“Tak usah senyum seperti itu, kau terlihat menyeramkan. Kajja!”

“Huh! Appa selalu saja mengejekku, baiklah kajja!”

SKIP

“Ya!! Kau itu masih belajar, jangan mengebut!”, bentak appa.

Aku pun menurunkan kecepatan mobilku.

“Hehe, mianhae aku hanya terlalu bersemangat”, ucapku sambil nyengir kuda. (?)

Tiin… Tiin…
Tiba-tiba ada mobil yang menyalip dan membuat badan mobilku tergores.

“Benar-benar keterlaluan!”, ucapku setengah berteriak.

Aku pun menancapkan gas sekuat-kuatnya tanpa mempedulikan apapun. Niatku hanya satu ‘Mengejar pengemudi sialan itu’. Bahkan ucapan appa pun tak kuhiraukan.

“Ya!! Hyunmi! Berhentilah, kau bisa membuat kita celaka! Kau masih belum mahir mengemudi”, omel appa.

Aku tak bergeming sedikitpun.

“Kau tak menghiraukan ucapan appa huh?!  Akan kupotong uang jajanmu!”, ucap appa lagi.

“Bisakah appa diam sebentar? Aku hanya ingin mengejar pengemudi sialan itu, appa tak lihat ia telah menggores mobil appa?”, jawabku dingin.

“Sudah biarkan saja! Mungkin ia sedang terburu-buru”

“Tetap saja appa, setidaknya ia harus meminta maaf”

Kami terus beradu mulut, sampai aku tidak dapat mengendalikan mobil ini karena jalan yang licin. Kulihat ada sebuah truk yang melaju kencang tak jauh tepat didepan mobil appa, aku sangat panik. Segera kubanting stir kearah ke kiri, oh tidak! mobil ini akan menabrak pohon.

“AAAA!!!!”

BRAK!!!!!

Kucoba membuka mataku, mengerjap-ngerjapkannya agar dapat melihat dengan jelas. Kurasakan ada sebuah cairan kental mengalir dipelipis-ku, aku yakin ini pasti. Darah.

Sial! Mengapa tubuhku lemah sekali? Untuk menggerakkan saja rasanya sakit. Aku pun mengalihkan pandanganku ke jok sebelah kanan. Kulihat keadaan appa yang mungkin tak jauh berbeda dariku.

“Appa… Ireona..”, aku berusaha membangunkan appaku. Untung saja aku masih sanggup berbicara.

“Appa… jeongmal mianhae… Ppali ireona..”, ucapku lagi.

ARGGHHH, mengapa tiba-tiba kepalaku rasanya sakit sekali. Perlahan pandanganku kabur dan samar-samar kudengar beberapa orang berlari kearahku dan suara sirine ambulans. Dan seketika semuanya menjadi gelap.

SKIP

Saat ini aku berada ditempat serba putih. Tempat ini sangat asing bagiku, aku tidak pernah kesini sebelumnya. Dan kali ini aku sendirian.

“Appa!! Eomma!! Siapapun tolong aku!!”, teriakku.

Tak ada jawaban, hanya terdengar suaraku sendiri yang menggema. Tiba-tiba kulihat seseorang datang kearahku, dan itu orang yang sangat kukenal.

“Appa!”, aku segera berlari dan memluknya.

“Appa, mianhae aku sangat menyesal. Jeongmal mianhae.”

“Gwenchana, Hyunmi”, ucap appa sambil tersenyum.

Sekitar 3 menit aku tetap memeluk appa ku, akhirnya aku melepas pelukanku.

“Hmm.. Appa, sebenarnya kita ini dimana? Apa kita disurga? Tetapi mengapa tidak ada apa-apa disini, hanya warna putih yang kulihat. Jika ini neraka, kenapa gak panas?” ucapku dengan tampang polos.

PLETAK!

“Yak! Mengapa appa menjitakku, sakit sekali”, ucapku sambil mengelus-ngelus kepalaku yang telah dijitak appa-ku.

“Tentu saja karena kau bodoh. Kau itu masih hidup”, ucap appa sambil menahan tawanya melihatku kesakitan.

“Jinjja??! Syukurlah.. aku memang masih belum ingin mati.” Ucapku girang, lalu kutatap appa. Ia terlihat murung.

“Appa? Kenapa murung?” , tanyaku.

“Hyunmi-ah, mianhae. Appa tak bisa menemanimu lagi.”

“Ma..maksud appa?”, ucapku dengan mata berkaca-kaca. Sungguh aku tak ingin kehilangan satu-satunya orang yang aku sayangi dan mengerti aku.

“Appa sudah meninggal nak. Kita tidak bisa bersama lagi.”

“Andwae!! Appa bergurau kan? Appa tidak boleh meninggalkanku. Appa tahu kan kalau eomma careless terhadapku, aku juga sulit dalam hal bergaul. Lalu siapa yang akan menemaniku? Lebih baik aku ikut appa saja!”, ucapku sambil menangis.

“Tidak bisa Hyunmi… Ini sudah takdir. Tenang saja, suatu saat nanti kau pasti akan mendapatkan seseorang yang bisa menemanimu dalam suka dan duka. Dan.. appa akan tetap menjagamu dari surga”, ucap appa sambil mengelus rambutku.

“Aku tetap tidak mau, appa!”

“Mianhae Hyunmi, selamat tinggal. Rukunlah dengan eommamu, Appa menyayangimu” ucap appa

Perlahan sosok appa mulai menghilang, dan aku hanya bisa menangis.

SKIP

Mataku mulai terbuka, dan dapat kulihat aku sedang terbaring disebuah kasur dalam keadaan kepalaku yang diperban. Dan aku yakin, saat ini aku pasti dirumah sakit.

“Hyunmi, kau sudah sadar?”, terlihat eomma yang baru saja masuk kekamarku dengan mata sembabnya, apakah eomma habis menangis?

“Eumm, ne eomma. Aku sudah tak sadarkan diri berapa lama?”

“2 hari”, jawab eomma singkat.

Kami terdiam satu sama lain, sampai akhirnya aku teringat appa.

“Eomma, appa.. dimana?”,

“Appamu… itu… dia..”, terlihat eomma kebingungan menjawabku.

“Jawab saja yang jujur eomma”

Tiba-tiba saja eomma memelukku,

“Appamu.. dia sudah meninggal Hyunmi-ah. Hikss..hikss”,

Appa? Meninggal? Itu berarti mimpiku nyata?

“eom..eomma tidak berbohong kan?”, tanyaku memastikan.

“Untuk apa eomma berbohong nak?”

Air mataku tak dapat kubendung lagi, kubiarkan mengalir deras dengan isakan-isakan kecil dariku. Tak kusangka appa benar-benar pergi.

SKIP

HYUNMI POV END

AUTHOR POV

Setelah seminggu berlalu, akhirnya Hyunmi diperbolehkan pulang. Akhir-akhir ini ia semakin bersikap dingin dan pendiam. Jika orang berbicara padanya dia hanya menjawab seadanya bahkan tak menghiraukannya. Dan ini berlaku juga untuk eomma nya.

“Hyunmi, apa kau sudah siap?”, ucap eomma Hyunmi.

“Ne”, jawab Hyunmi singkat.

Sepasang ibu dan anak itu akan berkunjung ke makam appa Hyunmi.

SKIP

@Makam Appa Hyunmi

Terlihat seorang gadis memegangi batu nisan sambil menangis, dan dia adalah Hyunmi.

 “Appa… Jeongmal Mianhae… seharusnya aku mendengarkanmu saat itu. Sekarang gara-gara aku Appa jadi meninggalkanku. Appa dulu pernah berjanji kan? Appa akan selalu disampingku sampai aku mendapat pasangan yang baik. Tapi… appa melanggar janji itu.”ujar Hyunmi yang tentu saja sambil menangis.

“Hyunmi.. kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri. Ini sudah takdir, jebal jangan menangis lagi. Biarkan appa mu tenang disana”, ucap eomma Hyunmi yang berusaha menenangkan hati anaknya.

“Memangnya eomma tahu apa? Eomma tidak merasakannya”, ucap Hyunmi dengan nada dingin.

Eomma Hyunmi hanya bisa terdiam diperlakukan seperti itu oleh anaknya.
Sekitar 15 menit  Hyunmi tak beranjak dari tempatnya.

“Ayo pulang”, ucap Hyunmi dingin pada eommanya.

“Baiklah”, jawab eomma Hyunmi.

SKIP

AUTHOR POV END

HYUNMI POV

Akhirnya aku sampai di rumah tercinta. Sungguh aku sangat merindukan suasana dirumah ini. Tapi tanpa appa pasti rumah ini akan menjadi hampa. Segera ku beranjak kekamarku untuk beristirahat.

Sesampai-nya di kamar, aku malah tidak bisa memejamkan mataku. Saat ini aku benar-benar merasa bosan dan kesepian. Aku memutuskan untuk mengambil camilan di kulkas.

“Eomma?”, kulihat eomma yg berpakaian rapi dengan membawa koper.

“eoh.. Hyunmi. Mian eomma harus pergi ke Jepang untuk 3 bulan ini, ada pekerjaan disana. Lekaslah tidur besok kau harus sekolah.”

Lagi-lagi kerja. Apakah tidak ada hal lain yang dapat ia lakukan selain BEKERJA?

“Ne. Bisakah aku Home Schooling saja? Kurasa itu lebih baik.”

“Andwae, jika kau Home Schooling kau tidak akan mendapat teman. Sudahlah pokoknya besok kau harus sekolah. Kau tertinggal pelajaran selama seminggu. Kau harus belajar dengan giat. Annyeong”, ucap eomma sambil mengecup dahiku.

Cih, bahkan dengan sekolah normal pun aku tak dapat mempunyai teman. Eomma memang tidak pernah mengerti aku. Dan satu lagi aku benci ‘Belajar Giat’ , sungguh membosankan.

Setelah mengambil beberapa camilan, aku pun kembali kekamar. Dan akhirnya akupun tidur kekenyangan.

SKIP

Keesokan harinya,

“Ya! Ahjumma kenapa tidak membangunkanku dari tadi. Ini sudah 30 menit lagi sebelum bel masuk.”

“Ahjumma sudah membangunkan non daritadi. Tapi non Hyunmi tetap tidak mau bangun”

“AISHH!” aku mengacak-acak rambutku.

Segera ku kekamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi. Lalu lekas mengganti piyama ku dengan seragam sekolah.

Bagaimana dengan mandi? Sudahlah, tidak ada waktu untuk itu. Lagipula aku masih bisa memakai minyak wangi. Segera kusambar ranselku dan menuju ke depan rumah.

“Ahjussi ayo kita berangkat, kurang 15 menit lagi”, ucapku pada supir pribadiku.

“Baik non” 

“Non Hyunmi tidak sarapan???”, teriak ahjumma dari dalam.

“Tidak!, aku bisa sarapan dikantin. Annyeong!!”, ucapku lalu masuk kedalam mobil.

SKIP

Sesampainya disekolah,

Sungguh menyebalkan, hari ini tidak ada pelajaran karena adanya turnamen yang diadakan disekolahku. Tahu gitu, kan aku masih bisa mandi tadi pagi.

Aku hanya duduk dibangku ku sambil mendengarkan musik dan membaca novel. Sedangkan murid lainnya ada yang melihat turnamen tersebut ada yang sedang bersenda gurau dan tentu saja ada yang menggosip. Sungguh menjijikkan.

“Ssstt... kudengar Appa nya Hyunmi meninggal gara-gara kecelakaan”

“benarkah? Wahh kasihan sekali dia. Sudah tidak punya teman, sekarang appa-nya meninggalkannya dan yang kudengar katanya eomma-nya itu sangat gila bekerja”

“ya itu salahnya sendiri, tidak mau bergaul dengan kita-kita. Dia selalu saja menyendiri dengan memasang tampang sinis menyebalkannya itu.”

Wajahku memanas saat mendengar pembicaraan mereka, mataku mulai berair. Aku pun segera bangkit dari bangku-ku. Dan..

BRAKK

Kugebrak meja tempat gadis-gadis menjijikkan itu menggosip.

“Ya!!! Apa-apaan kau Hyunmi?!”, ucap SooRi salah satu dari mereka.

“Jika kalian tak tahu kenyataannya jangan berbicara sembarangan, kalian tahu? Kalian terlihat sangat menjijikkan” , ucapku sinis sembari meninggalkan mereka.

SKIP

Kini aku berada di taman belakang sekolah. Tempat favoritku selama disekolah ini, karena jarang ada yang berkunjung kesini. Aku hanya duduk termenung meratapi nasibku yang malang ini. 

Apa aku memang ditakdirkan untuk tidak memiliki teman? Ingin sekali aku memiliki teman tapi selama ini tidak pernah ada yang tulus berteman denganku, selalu dikhianati. Tak terasa, air mataku sudah menetes.

“Ini”, terlihat seorang namja duduk disebelahku sambil memberikan selembar tisu.

“Tidak perlu”, ucapku dingin sambil menghapus air mataku kasar.

“Cih.. Sombong sekali. Biar kutebak pasti kau sehabis diputuskan oleh namjachingu-mu kan?”

“Sok tahu, lebih baik kau pergi sana”, usirku, karna jujur namja ini menggangguku.

“Memangnya kau punya hak apa mengusirku?”, tanyanya.

“Kau tidak tahu ya? Aku ini anak dari donatur terbesar di sekolah ini.”, jawabku sedikit sombong ‘-‘

“Ooh begitu, tentu saja aku tidak tahu. Aku baru pindah kemarin. Dan memangnya kalau anak dari donatur terbesar bisa mengusir orang seenaknya?”

“Yakk! Kau cerewet sekali. Cepat pergi! Ini wilayahku”

“Tapi ini adalah tempat favoritku sejak kemarin. Jebal, biarkan aku menikmati tempat ini juga”, ucapnya sambil menunjukkan puppy eyes-nya, sungguh membuatku ingin muntah.

“Yak, yak.. baiklah. Cepat hilangkan puppy eyes mu itu, menjijikkan.”

“Yeay!! Ternyata kau baik juga. Oya namamu siapa?”

“Hyunmi, Lee Hyunmi”, jawabku singkat

“Huft, singkat sekali. Perkenalkan aku ..... 
  
To Be Continued

Wahahaha, gaje kan.... 
Hayo itu siapa yang kenalan ama Hyunmi? Penasaran kan?
Yaudah tunggu chapter selanjutnya *ditimpuk*

Paii paiii '-'
  



2 komentar:

Wilda mengatakan...

Wehhh ff nya keren wehhh
biar gue tebak itu yg kenala chanyeol kan? :3
next ye, penasaran gue

SALAM YEHET :D

Kiyai kanjeng dimas taat pribadi mengatakan...

SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<






SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....

…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…

**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..

…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<

Posting Komentar